Jadi Solusi Saat Masa Pandemi KTA Standard Chartered Bank

Kredit tanpa agunan atau KTA sudah menjadi cara lain untuk menutupi kurangnya dana. Meskipun membantu, tetapi bunga yang akbar menjadi hal yang relatif membebani. Apabila kamu ingin mengajukan pinjaman menggunakan bunga yg ringan, sanggup memilih KTA Standard Chartered Bank. Bunga yg dipatok menurut pinjaman tadi besarannya kurang berdasarkan satu persen per bulannya.

Pinjaman tadi tentunya lebih ringan dibanding pinjaman online lainnya. Selain itu, KTA ini jua lebih menguntungkan. Bagi engkau yg ingin mengajukan pinjaman di Standard Chartered, berikut ini merupakan ulasannya.

Mengenal Standard Chartered Bank

Standard Chartered PLC adalah bank dan perusahaan jasa keuangan multinasional yg berkantor sentra di Inggris London & mengoperasikan jaringan lebih menurut 1.700 tempat kerja cabang & outlet (termasuk anak perusahaan, asosiasi & joint venture) pada lebih dari 70 negara & mempekerjakan lebih kurang 87.000 orang.

Bank ini dibentuk dalam tahun 1969 melalui penggabungan dua bank terpisah, Standard Bank Afrika Selatan & Inggris Chartered Bank of India, Australia & China. The Chartered Bank yang didirikan sang James Wilson ini merupakan anugerah Royal Charter oleh Ratu Victoria pada tahun 1853.

Sedangkan, Standard Chartered Bank Indonesia adalah keliru satu kantor cabang Standard Chartered Bank pada daerah Asia yang 100% sahamnya dipenuhi oleh Standard Chartered Holdings Limited, Inggris Raya. Sebagai tempat kerja cabang bank asing di Indonesia, perjalanan & pengelolaan bisnis Bank dikendalikan sang dan dilakukan secara terintegrasi menggunakan Dewan Standard Chartered Bank yang bermarkas pusat di London.

Perjalanan bisnis Bank ini di Indonesia sudah melalui sejarah panjang. Berawal ketika The Chartered Bank menjalankan usaha di bidang bank generik melalui Borneo Company di Batavia atau Jakarta dalam tahun 1859.

Kemudian, dalam bulan Mei 1863, The Chartered Bank kemudian menjalankan usaha tersebut secara independen buat membuahkan The Chartered Bank menjadi bank devisa Inggris pertama yg membuka badan usaha pada Hindia Belanda (kini diklaim Indonesia).

Lagi Trending :  Asuransi Harus Jadi Social Currency

Selanjutnya, tahun 1965 kantor cabang pada Jakarta ditutup pada masa percobaan kudeta. Namun, aktivitas usaha dimulai pulang pada tahun 1968 setelah Standard Chartered Bank Indonesia menerima izin bisnis melalui Surat Menteri Keuangan No. D.15.6.1.6.15 lepas 1 Oktober 1968 dan Surat Keputusan Direksi Bank Negara Indonesia (dahulu adalah bank sentral Indonesia) No. 4/22/KEP.DIR tanggal dua Oktober 1968 buat melakukan kegiatan devisa & aktivitas perbankan.

Hingga hari ini, Standard Chartered mempunyai tempat kerja cabang primer di Menara Standard Chartered Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164, Jakarta, 12930. Bank ini jua didukung sang 1.867 karyawan buat menjalankan usaha pada tempat kerja-kantor cabang pembantu yg beredar pada 6 kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Denpasar, dan Makassar.

Bisa Dapat Bunga 0,65 Persen per Bulan

Dengan mengajukan KTA di Bank ini, engkau bisa membayar cicilan dengan bunga 0,65 % per bulannya. Bunga tadi bisa dinikmati apabila engkau menentukan pinjaman dengan jumlah plafon (batasan biaya ) eksklusif. Nantinya, besaran pinjaman yang diajukan akan memilih akbar atau kecilnya bunga dari KTA Standard Chartered. Berikut ini merupakan penjelasan tenor, rentang pinjaman, dan bunga menurut KTA:

  • Tenor 12 – 60 bulan: Rp5.000.000–Rp50.000.000 (bunga: 1,49 persen).
  • Tenor 12 – 60 bulan: Rp50.000.000–Rp100.000.000 (bunga: 1,39 persen).
  • Tenor 12 – 60 bulan: Rp100.000.000 –Rp150.000.000 (bunga: 1,19 %).
  • Tenor 12 – 60 bulan: Rp150.000.000–Rp200.000.000 (bunga: 0,95 %).
  • Tenor 12 – 60 bulan: > Rp200.000.000 (bunga: 0,65 persen).

Jika engkau mengajukan KTA Standard Chartered sebanyak Rp200.000.000, maka kamu mampu menikmati bunga sebanyak 0,65 persen setiap bulannya. Kamu hanya tinggal menyesuaikan menggunakan kebutuhan pinjamanmu. Dengan bunga maksimal 1,49 persen, KTA Standard Chartered masih layak jadi pilihan.