5 Perbedaan Pinjaman Bank dan Pinjaman Online

Dalam mengajukan pinjaman, sering kita dihadapkan menggunakan kebingungan buat menentukan antara pinjaman online atau pinjaman bank. Seperti yg diketahui, waktu ini pinjaman online atau fintech peer to peer lending (P2P lending) sedang naik daun pada tren finansial. Namun, hal tadi nir mengalahkan eksistensi pinjaman pada bank.

Di antara kedua pinjaman tadi, terdapat beberapa perbedaan, mulai berdasarkan sumber dana hingga metode peminjamannya. Hal inilah yang umumnya menjadi pertimbangan rakyat buat memilih antara pinjaman online atau pinjaman ke bank.

Bagi engkau yg masih kebingungan untuk memilih pada antara dua pilihan tadi, simak ulasan perbedaan pinjaman online & pinjaman bank berikut adalah.

Baca Juga : Rekomendasi Pinjaman Online Terbaik 2021

1. Sumber dana pinjaman

Pada sistem fintech lending, dana yang akan dipinjamkan pada peminjam atau borrower umumnya berasal dari investor yg memiliki sejumlah modal yang dapat dipinjamkan pada warga .

Semantara itu, sumber dana pinjaman di bank asal berdasarkan pemberi pinjaman tadi. Biasanya, jumlahnya lebih besar dibandingkan dana dari investor pada pinjaman online, mengingat perbankan merupakan perusahaan yg tidak sinkron sistem menggunakan fintech lending.

2. Proses peminjaman

Tidak bisa dipungkiri bahwa pengajuan pinjaman online lebih cepat karena dilakukan secara simpel melalui platform online yang telah disediakan. Selain itu, proses pengajuan pinjaman pada menggunakan sistem online ini umumnya memakan waktu maksimal 2 minggu saja. Bahkan, terdapat yang satu hingga tiga hari saja.

Sedangkan pada bank jauh lebih usang, bahkan sanggup memakan ketika sampai beberapa bulan. Namun, jumlah dana yang dipinjamkan jua jauh lebih besar daripada fintech lending

Baca Juga : 3 Kesalahan yang Bikin Tertipu Pinjaman Online Ilegal

3. Dokumen penunjang yang diharapkan

Salah satu hal yg krusial yg wajib diperhatikan ketika melakukan pengajuan pinjaman, baik dalam bank atau fintech lending merupakan dokumen yang sebagai penunjang pinjaman. Biasanya, pada fintech lending peminjam dimintakan dokumen eksklusif misalnya data diri, bukti kepemilikan berupa aset, bukti mengenai kondisi keuangan, dan lain sebagainya yang terkait.

See also  Formasi CPNS 2021 Untuk Instansi Daerah dan Kementerian

Tidak jauh tidak sinkron menggunakan fintech, dokumen penunjang pinjaman dalam bank juga hampir mirip. Namun, bank umumnya melakukan survei khusus pada pihak peminjam buat memastikan keaslian data diri peminjam. Sedangkan, pada pinjaman online, tidak ada survei.

4. Pihak yg terlibat di dalamnya

Pada ketika meminjam uang ke bank, pihak yang terlibat hanya bank tersebut saja, tidak terdapat pihak ketiga lainnya, dan yg tetapkan juga pihak dari bank saja.

Lain halnya menggunakan pinjaman online, peminjam akan dikaitkan menggunakan 2 pihak, yaitu perusahaan terkait & investor yang memiliki kapital.

5. Perbedaan resiko dan agunan

Peminjam yg ingin meminjam uang ke bank, wajib menjaminkan beberapa hal, misalnya sertifikat rumah, kendaraan, atau hal lainnya yang sebanding nilai agunan tersebut.

Sedangkan pada fintech lending, pinjaman akan diberikan tanpa wajib mengklaim apapun seperti pada bank. Namun, hal ini memiliki resiko, jika fintech yg dipilih nir memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak terpercaya, maka hal-hal yang tidak diinginkan mampu saja terjadi misalnya penipuan.

Jenis pinjaman manapun yang engkau pilih, pilihlah jenis pinjaman yang resmi, supaya terhindar berdasarkan kerugian. Pelajari persyaratan & segala anggaran yg ditetapkan supaya engkau tidak terlilit utang pada lalu hari ya.

Baca Juga : 4 Aplikasi Penghasil Gopay Selain MPL, Terbukti !!

Leave a Reply

Your email address will not be published.