Mau Investasi Rumah? Petakan Dulu Kawasan yang Harganya

Departemen Keuangan akhirnya memperpanjang sejumlah keringanan pajak hingga Desember 2021. Salah satu keringanan pajak tersebut adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperpanjang hingga akhir tahun ini. PPN yang sebelumnya dibayar oleh negara hanya berlaku hingga Agustus 2021.

Pemerintah memberikan pembebasan PPN untuk rumah dengan banderol harga maksimal Rp 2 miliar. Sedangkan secara khusus, insentif yang masuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun 2021 (PEN) adalah rumah dengan tipe rumah tanah atau apartemen.

Baca Juga : Mau Investasi Rumah? Petakan Dulu Kawasan yang Harganya

Pemerintah juga membayangkan pemotongan PPN 50% untuk rumah jenis ini dengan harga jual Rs 2 hingga 5 miliar. Pengecualian berlaku untuk maksimal satu unit rumah tanah atau apartemen untuk satu orang dan tidak dapat dijual kembali dalam waktu satu tahun.

Marin Novita, Regional Manager Rumah.com, menjelaskan Rumah.com menyambut baik kebijakan perluasan pembebasan PPN atas real estate. Perluasan insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat di sektor real estate dan dapat menjadi katalis yang baik bagi perekonomian, mengingat sektor real estate dapat memberikan multiplier effect bagi 174 industri terkait dan 350 jenis usaha kecil terkait.

Menurut Real Estate Indonesia (REI), penjualan real estate meningkat sekitar 10-20% selama tiga bulan pertama penerapan pembebasan PPN pada Maret-Mei 2021. Dalam rangka perpanjangan pembebasan PPN, diperlukan dukungan untuk mempercepat proses pemberian pinjaman real estate dan pinjaman pemilikan rumah susun (CRC/KPA). Insentif ini agar sektor real estate segera bangkit dan masyarakat akan mulai menggunakan sumber dayanya untuk konsumsi, terutama kalangan menengah ke atas,” jelas Morskoy, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga : Anwa Residence Tawarkan Hunian Modern Dinamis

Perpanjangan pembebasan PPN atas real estate menunjukkan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk mendorong sektor real estate untuk segera membeli rumah, baik tanah maupun apartemen, katanya. Kebijakan pemerintah terbaru ini menunjukkan bahwa sebenarnya ini adalah waktu termudah untuk membeli rumah.

Apalagi menurut Rumah.com Indonesia Real Estate Market Index untuk Q2 2021 kemarin menunjukkan penurunan indeks harga properti yang disertai dengan peningkatan pasokan properti di seluruh tanah air pada Q2 2021. Indeks Pasar Real Estate Indonesia dari Rumah.com – Harga (RIPMI-H) pada triwulan I tahun 2021 berada di level 110,3, turun 0,4% dibandingkan triwulan IV 2020 (qoq).

Sementara itu, Rumah.com Real Estate Market Index – Supply (RIPMI-S) Indonesia berada di 178,2. Indeks tersebut menunjukkan pertumbuhan pasokan real estat sebesar 8,4% setiap kuartal pada kuartal pertama tahun 2021. Pertumbuhan pasokan ini melambat dibandingkan triwulan IV 2020 yang tercatat tumbuh 13,6% (qoq).

Baca Juga : Genjot Realisasi KPR, BTN Gandeng 3 Kontraktor Sekaligus

Data Real Estate Market Index (RIPMI) Rumah.com cukup akurat dalam menentukan dinamika yang terjadi di pasar real estate, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 penawaran jual dan sewa real estate dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman dan lebih dari 5,5 juta pencari properti merujuknya setiap bulan.

Meski RIPMI-H nasional mengalami penurunan triwulanan pada awal tahun ini, beberapa provinsi tetap mencatatkan pertumbuhan triwulanan, seperti Banten (1,62%), Jawa Tengah (1,37%) dan Jawa Barat (0,49%). Ada tiga kota yang menahan penurunan indeks harga properti nasional secara triwulanan. Pertumbuhan yang signifikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga kavling tanah.

Pada triwulan I tahun 2021, Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 7,3% qoq. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga kavling sebesar 7,89% (triwulanan). Sementara itu, harga apartemen turun 3,04% (dibandingkan triwulan sebelumnya).

Lagi Trending :  Anwa Residence Tawarkan Hunian Modern Dinamis

Kenaikan indeks harga yang cukup tinggi juga terjadi di Kota Depok, yaitu sebesar 5,20% (qoq). Harga properti di Depok naik 5,76% qoq, sedangkan harga apartemen turun 2,42% qoq.

Baca Juga : Tips Kreatif Buat Konten lewat Smartphone Selama PPKM

Tren yang sama juga terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Indeks harga real estate di Semarang meningkat 1,44% (dibandingkan triwulan sebelumnya). Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan harga tanah perumahan sebesar 2,52% (qoq), sedangkan harga apartemen turun 0,6% (qoq).

Luas areal di DKI Jakarta justru mengalami penurunan yang stabil sebesar 0,44%. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat yang turun 1,52% qoq pada kuartal pertama tahun 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun 1,19% qoq. Turunnya harga di kedua wilayah Jakarta, hal ini terjadi baik di segmen tanah maupun di segmen apartemen.

Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan merupakan kawasan dengan real estate mewah. Kedua daerah ini memiliki harga per meter persegi tertinggi dibandingkan daerah lain di Jakarta. Penurunan harga di kedua daerah ini masih cukup wajar karena permintaan harga di kisaran ini sangat rendah.

Marin menjelaskan, ada mismatch antara anggaran dan preferensi di wilayah Jakarta. Saat ini, banyak pencari properti residensial yang berjuang untuk mencapai harga properti yang tinggi di wilayah Jakarta. Data Rumah.com menunjukkan bahwa permintaan tertinggi untuk properti residensial masih berasal dari kisaran harga Rs 300 juta hingga Rs 1,5 miliar. Sementara itu, harga properti residensial di Jakarta saat ini mulai dari Rp 2,2 miliar ke atas.

“Kalau melihat ini, kisaran harga yang dicari masih belum sesuai dengan lokasi yang diinginkan. Sebagian besar pencarian akomodasi di Jabodetabek membutuhkan tempat duduk di DKI Jakarta, namun sebagian besar pencarian didasarkan pada harga maksimum hanya Rp 1 miliar. Padahal kita tahu, terutama untuk rumah tanah, konsumen harus menyediakan dana minimal Rp 2,5 miliar untuk bisa memiliki rumah tanah di kawasan Jakarta,” kata Marin.

Baca Juga : 3 Aplikasi Kamera Transparan di Android

Marin melanjutkan, sejumlah kota menunjukkan pertumbuhan pasokan yang lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya. RIPMI-S Bekasi pada triwulan I tahun ini sebesar 177,0, naik 3,8% dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan pasokan ini melambat dibandingkan triwulan IV-2020 yang naik 25,2% (dibandingkan triwulan sebelumnya). Indeks RIPMI-S Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 243,7, naik 7,23% qoq, juga melambat dari triwulan sebelumnya yang naik 12,13% qoq.

Menurut Marin, dengan perluasan pembebasan PPN atas real estate, pengembang memiliki lebih banyak waktu untuk membangun rumah, sedangkan pembayaran rumah yang menggunakan pembebasan ini dapat dibayarkan paling lambat Desember 2021 sehingga unit hunian dapat disewakan. dilakukan paling lambat April 2022. Selain itu, ada perpanjangan. Insentif ini menunjukkan bahwa ini memang waktu termudah untuk membeli rumah.

“Oleh karena itu, para pencari rumah dapat mulai mempelajari panduan membeli rumah dengan terlebih dahulu mengunjungi website kami. Ini memiliki panduan lengkap, dimulai dengan cara mengumpulkan uang untuk uang muka Anda, memilih setoran yang sempurna, dan menemukan tempat terbaik untuk menginap. Sedangkan untuk pengembang tentunya juga akan melakukan penyesuaian terhadap target pasar, menambah pasokan untuk kelas menengah. Rumah.com dapat membantu memahami di mana konsumen berada saat ini dan apa yang harus mereka lakukan dengan kalkulator keterjangkauan dan saran keuangan dan real estat untuk konsumen yang sedang bersiap-siap. beli,” tutupnya.

Baca Juga : Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Gak Pake Ribet