3 Alasan UMKM Harus Memanfaatkan TikTok Sebagai Media Promosi

Diluncurkan pada tahun 2016 hingga saat ini, TikTok telah menjadi aplikasi terpopuler dengan unduhan global mencapai dua miliar. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi UMKM untuk tidak menggunakan TikTok.

Senior Executive Zilingo Indonesia Melina Marpaung mengatakan penggunaan media sosial yang efektif dapat merangsang pelanggan untuk mempelajari lebih lanjut tentang penawaran pemain MSM.

“Ini diharapkan dapat mendorong peningkatan trafik bisnis. Apalagi jumlah pengguna TikTok di Indonesia terus bertambah,” jelasnya. Jadi, inilah 3 alasan UMKM harus menggunakan TikTok:

Baca Juga : Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Gak Pake Ribet

Seluler, akses mudah

Faktor yang membuat TikTok begitu menarik adalah penggunaan video mikro, yang sangat mudah diakses di ponsel.

“Dari sudut pandang bisnis, format seluler relevan bagi konsumen. Anda dapat menjalankan bisnis Anda dengan ponsel Anda, jadi berinvestasi dalam aplikasi seluler tepat untuk kampanye seluler Anda, ”jelas Melina.

Menciptakan prospek untuk pengembangan bisnis

Mengingat audiens TikTok yang sangat besar, UMKM perlu mempertimbangkan apakah audiens target mereka menggunakan platform serupa.

Sementara TikTok dipenuhi dengan tren Gen Z saat ini, banyak platform media sosial lainnya juga dimulai dengan audiens yang lebih muda.

“Dengan menggunakan platform baru sejak dini, Anda dapat tetap berada di depan pesaing Anda. Anda juga dapat membangun audiens Anda sebelum platform dicampur dengan konten bisnis periklanan lainnya, ”kata Melina.

Menurutnya, setiap bisnis harus dapat menempatkan sumber daya pemasarannya di tempat yang menjadi target audiens, karena hal ini akan berdampak baik pada return on investment yang diharapkan.

Baca Juga : 3 Alasan UMKM Harus Memanfaatkan TikTok Sebagai Media Promosi

Di mana menghasilkan konten otentik

Menurut Laporan Konten Konsumen Stackla, 30% milenial mengatakan mereka berhenti berlangganan merek di media sosial karena mereka melihat konten palsu, dan 57% responden percaya bahwa kurang dari setengah merek membuat konten asli.

Masyarakat umum bosan dengan apa pun yang tampak palsu, diproduksi berlebihan, atau terlalu komersial, dan ketika menyangkut influencer media sosial, batas antara sponsor dan rekomendasi yang kredibel bahkan lebih kabur.

UMKM dapat memprioritaskan engagement dengan micro influencer dengan 1.000 hingga 10.000 pelanggan, profil pelanggan khusus, dan tampilan yang lebih jujur ​​yang menggambarkan keaslian konten.

“Anggota UMKM juga dapat meningkatkan brand awareness dengan menampilkan budaya kerja dan kantor di suatu perusahaan. Hal ini tentunya akan membuka perspektif baru tentang otentisitas untuk branding bisnis,” jelasnya.

Menurut Melina, strategi pemasaran media sosial adalah tentang membangun kepercayaan yang mendukung penjualan, dan keaslian itu sendiri merupakan faktor kunci kepercayaan.

“Dengan mendefinisikan pendekatan otentik ke media sosial, UMKM dapat memperkuat legitimasi dan menampilkan suara dan kepribadian unik dari merek mereka,” tutup Melina.

Baca Juga : Meski Dikecam, TikTok Balik Lagi ke Pakistan