3 Kesalahan yang Bikin Tertipu Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Pencegahan Investasi OJK Tongam L. Tobing menjelaskan, ada tiga kesalahan yang dilakukan masyarakat yang terjerat pinjam meminjam uang secara online (pingjol). Sedangkan menurut Tongam, pinjaman ilegal ini sangat tidak manusiawi. Seperti biaya dan bunga yang tinggi, persyaratan pinjaman yang tidak jelas, atau masalah tidak etis dalam membebankan pinjaman.

“Apa yang didapat orang dari pinjaman ilegal sangat tidak manusiawi. Komisi sangat tinggi, pinjaman 1 juta yang ditransfer hanya 600 ribu. Tingkat bunga yang disepakati misalnya dari 0,5 persen per hari menjadi 2 persen per hari. Lalu, kalau terlambat, ada biaya tidak etis seperti teror, intimidasi, pelecehan,” kata Tongam dalam acara “Mencari Solusi Menangani Pinjaman Online Ilegal” di BeritaSatu, Senin (21/6/2021).

Jadi inilah 3 kesalahan besar dalam pinjaman ilegal ini:

Baca Juga : Jadi Solusi Saat Masa Pandemi KTA Standard Chartered Bank

1. Tidak teliti sebelum meminjam

Tongam mengatakan, masalah pinjam-meminjam ilegal bisa muncul dari orang yang tidak melihat dan mengecek pinjol yang mereka tuju. Tongam meminta masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu apakah pinjaman yang diterima itu ilegal atau legal.

“Pertama beri saya 5 menit, lihat apakah daftar pinjaman ini ilegal. Daftarnya ada di website ojk.go.id. Anda juga bisa bertanya di contact center 157,” kata Tongam.

2. Masyarakat mengizinkan pemberian akses data ke pinjol

Kesalahan kedua dari pinjaman ilegal ini adalah orang selalu mengizinkan akses ke data dan kontak di ponsel mereka. Ini secara efektif berarti bahwa orang menjual data orang lain di ponsel mereka.

“Inilah sebabnya kami sering menerima WA atau SMS yang meneror kami:” Anda mengatakan bahwa Anda adalah penjamin”, “Si A merampok kami, tolong beri tahu kami”. Ini karena dia memiliki nomor ponsel kita. Ini memungkinkan akses ke semua data oleh penjahat ini, “jelasnya.

3. Pakai pinjol untuk gali lubang-tutup lubang

Sistem gali lubang tutup lubang adalah masalah ketiga. Banyak orang meminjam kredit tanpa agunan atau pinjaman online untuk menutupi pinjaman lama, kata Tongam. Ia mencontohkan seorang guru TK di kota Malang berinisial S (40) yang terjerat kasus pencurian mengaku diteror beberapa debt collector.

“Bagaimana ini mungkin? Dia harus berhenti mengeluarkan pinjaman ketiga. Ini membutuhkan kepatuhan terhadap etika publik. Jangan meminjam pinjaman untuk menutupi pinjaman lama, itu akan sangat besar, ”katanya.

Baca Juga : Apa Itu KTA Standard Chartered Bank? Ini Penjelasannya dan Cara Mendapatkan