Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Pahami, Ini Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Investasi dapat dilakukan di pasar modal atau pasar uang. Keduanya sering disebut sebagai investasi atau trading. Di pasar modal, instrumen yang digunakan untuk berinvestasi dan berdagang berbeda-beda, tetapi yang paling umum digunakan adalah saham.

Namun perlu Anda ketahui bahwa berinvestasi saham dan trading saham adalah dua hal yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari semua sisi, mulai dari strategi hingga risiko yang perlu ditanggung. Untuk mengetahui lebih lanjut, Kami telah merangkum perbedaan antara apa yang dimaksud dengan investasi saham dan perdagangan saham di bawah ini.

Baca Juga : 5 Perbedaan Pinjaman Bank dan Pinjaman Online

1. Strateginya berbeda

Dalam berinvestasi saham, karena jangka waktunya yang lama, investor memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi saham tersebut. Membeli saham emiten yang sehat, berkualitas, dengan fundamental yang kuat adalah hal yang biasa. Dengan demikian, selain meningkatkan nilai aset, investor juga akan mendapatkan keuntungan dari pembayaran deviden secara berkala.

Lain halnya dengan pedagang. Mereka memfokuskan strategi mereka pada sentimen dan kondisi pasar daripada kinerja emiten dari saham yang mereka beli. Misalnya, jika pasar saham sedang mengalami penurunan karena situasi politik suatu negara atau ekonomi global, seorang trader tidak akan masuk ke pasar saham sampai kondisi kembali normal.

Selain itu, trader juga menggunakan beberapa strategi ekonomi yaitu stop loss, target profit, dan risk/reward ratio.

2. Prinsip yang digunakan berbeda.

Investor saham sering menggunakan prinsip beli dan tahan. Artinya, mereka akan menyimpan investasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Investor hanya akan menerbitkan sahamnya ketika targetnya terpenuhi atau ketika kualitas emiten mulai memburuk.

Berbeda dengan prinsip berinvestasi saham, trader justru menganut prinsip jual beli. Mereka akan memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan dari selisih antara jual beli. Analisis teknikal juga digunakan untuk mengetahui pergerakan harga saham.

See also  Pemula Wajib Tahu, 4 Perbedaan Investasi dan Trading

Trader biasanya membeli saham perusahaan yang nilainya bisa naik dalam waktu singkat.

Baca Juga : 4 Rekomendasi Aplikasi Edit Video TikTok Dari Jelek Jadi Cantik

3. Risiko yang diterima berbeda

Terakhir, risiko inheren dari suatu investasi adalah risiko pihak lawan, yaitu risiko yang terkait dengan kegagalan pihak lawan atas kewajibannya.

Hal ini disebabkan jenis transaksi yang memiliki karakteristik tertentu, seperti transaksi yang dipengaruhi oleh perubahan nilai wajar atau nilai pasar. Selain itu, terdapat partial fill risk, yaitu risiko yang timbul jika aset investor hanya dijual sebagian.

Seperti halnya investor, trader juga memiliki risiko, yaitu kehilangan modal ketika harga jual lebih rendah dari harga beli, dan risiko kebangkrutan perusahaan. Selain itu, pedagang juga menghadapi risiko rekanan, tetapi lebih rendah daripada investor.

Namun, pedagang masih belum bisa memanfaatkan penurunan harga yang tajam (tidak ada short selling).

Leave a Reply

Your email address will not be published.